Rumah Budaya Wijaya Tungtung Pait Cityland

A. Makna Tungtung Pait.

Budaya merupakan hasil olah cipta rasa karsa. Berdirinya rumah budaya menjadi ajang untuk mengasah kreativitas. Pada lingkup yang lebih luas jelas sarana untuk memperkokoh jatidiri bangsa.

Perlu dipahami latar belakang rumah budaya Wijaya Tungtung Pait Cityland. Nama Pait terang sekali berhubungan dengan kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya.

Kerajaan Majapahit yang berdiri tahun 1293 berada di desa Tarik. Dengan dibantu Arya Wiraraja dari Sumenep Madura, maka perjuangan pendiri Majapahit berhasil gemilang.

Majapahit mengalami masa keemasan.

Teladan utama ini mendorong generasi sekarang untuk menerus warisan leluhur. Jasmerah, jangan sekali kali meninggalkan sejarah. Masa lampau menawarkan nilai kejayaan.

Arti Tungtung Pait.

Tungtung berarti berkumandang atau bergema. Pait berarti tantangan. Dengan demikian Tungtung Pait bermakna tekat semangat.

Makna filosofis yang amat dalam. Keadaan  gagasan yang menggema, meskipun penuh dengan tantangan.

Tekat kuat yang berkumandang itu seperti sejarah Majapahit. Perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Kerajaan Majapahit penuh dengan jiwa kepahlawanan.

B. Pelestarian Seni Budaya

Lingkungan rumah budaya Tungtung Pait Cityland Wijaya sungguh aman damai. Joglo tradisional dibangun indah megah gagah mewah. Kanan kiri tampak sawah yang menghijau. Pandangan segar ijo royo royo. Tanaman padi tumbuh subur. Simbol kecukupan sandang pangan papan.

Pohon kelapa menjulang tinggi. Berjajar jajar rapi. Dari jauh kelihatan dengan segala keramahan. Burung berlompatan. Berkicau menambah suasana makin asri.

Jalan ke arah stasiun besar Kutoarjo begitu halus mulus. Rumah budaya memperlancar program desa wisata.

Inilah gambaran negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

Kegiatan rumah budaya dalam rangka pelestarian seni tradisional. Pentas seni jathilan melibatkan masyarakat sekitar.

Nilai keagamaan dilakukan dalam rangka membina rohani. Jiwa raga perlu dibina, agar keimanan dan ketakwaan makin berakhlakul karimah.

Gotong royong dikerjakan dengan semangat pengamalan Pancasila. Maka pendidikan juga diperhatikan. Suatu saat dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan kampus Yogyakarta.

Program rumah budaya Wijaya Tungtung Pait mendapat dukungan berbagai pihak. Pengembangan seni budaya bertambah maju dan lestari.

Oleh : Dr HR Wijaya M.Si.
Pengelola Rumah Budaya Wijaya Tungtung Pait Cityland Kutoarjo Purworejo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top